Yuk Cegah Penggunaan Media Sosial Berlebihan yang Ganggu Perkembangan Mental

Minggu, 27 Oktober 2024 | 10:07 WIB Last Updated 2024-10-27T03:07:00Z

 




Oleh : Mutiara
Mahasiswi FEB Uhamka

 

Media sosial adalah platform digital yang memfasilitasi pengguna untuk melakukan aktivitas sosial, seperti berbagi informasi, foto, dan video, serta berinteraksi dengan manusia lainnya. Sementara menurut Antony Mayfield, media sosial adalah media yang memungkinkan pengguna berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan pesan, termasuk blog, jejaring sosial, dan lain-lain. Fungsi utama sosial media adalah komunikasi, hal ini memungkinkan pengguna berinteraksi dan berbagi informasi secara global dan tanpa batasan waktu.

Saat ini teknologi khususnya media sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat,
Di zaman sekarang, siapa sih yang tidak mengetahui media sosial?? Bukan hanya remaja saja, tetapi anak-anak, juga orang tua. Namun,
media sosial selain memiliki banyak pengaruh positif yang dapat kita terima tetapi juga banyak pengaruh negatif yang terjadi akibat media sosial khususnya dalam kesehatan mental. Menurut National Institute of Mental Health melaporkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan risiko gangguan mental pada remaja usia 18–25 tahun.

Sebuah penelitian tahun 2015 menemukan bahwa lebih dari 2.000 remaja menggunakan ponsel mereka setiap hari untuk mengakses sosial media sebanyak 92 persen.
Menurut data terbaru pada tahun 2024, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan.

 

Media sosial mungkin merupakan komponen baru yang perlu dipertimbangkan. Meskipun bukti empiris yang mendukung klaim tersebut terbatas, persepsi tentang hubungan antara media sosial dan kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh perspektif remaja.

Berdasarkan data dari beberapa penelitian cross-sectional, longitudinal, dan empiris, penggunaan ponsel pintar dan media sosial di kalangan remaja berhubungan dengan peningkatan tekanan mental, perilaku menyakiti diri sendiri, dan keinginan bunuh diri.

Sebuah studi pada tahun 2017, yang menggali data ini menemukan bahwa remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial berisiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan bunuh diri. Demikian pula, dalam laporan tahun 2022, sekitar separuh remaja mengatakan media sosial terkadang membuat mereka merasa sedih, depresi, kesepian, atau terisolasi.

 

Dampak lain dari media sosial juga dapat meningkatkat kecemburuan sosial, kenapa?

Karena hal ini dapat menciptakan perbandingan-perbandingan yang tidak sehat. Misalkan saja, Ketika kamu membandingkan pencapaian yang orang lain miliki, tetapi tidak kamu miliki. Contoh lain, Ketika ada selebram cantik yang dipuji jutaan orang, kamu akan insecure dan merasa kalau kamu tidak cantik.

Tidak hanya berdampak pada kecemburuan sosial, media sosial juga mengakibatkan kurang nya waktu tidur, yang berdampak negatif pada kemampuan kognitif, kinerja sekolah, menurunkan konsentrasi, hingga meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan diabetes. Yang diakibatkan dari penggunaan media sosial yang berlebih.

Jika kita berbicara dampak negative dari penggunaan media sosial, maka akan sangat banyak sekali seperti, menyebabkan kecanduan, menimbulkan phubbing, menimbulkan fomo, meningkatkan risiko terkena cyberbullying, dan memicu kesalahpahaman.

Dua survei cross-sectional terhadap mahasiswa Amerika dan Jerman, masing-masing, menemukan bahwa mahasiswa yang menghabiskan lebih banyak waktu di platform media sosial Facebook lebih cenderung mendukung perasaan iri atau merasa bahwa orang lain di jaringan sosial mereka lebih beruntung daripada mereka. adalah. Istilah “FOMO” – takut ketinggalan – telah didefinisikan sebagai “kekhawatiran yang meluas bahwa orang lain mungkin mendapatkan pengalaman berharga yang tidak dimiliki orang lain,”  dan dikaitkan dengan peningkatan stres terkait penggunaan Facebook. 

 

Namun, penggunaan media sosial yang bijak dapat memperluas peluang untuk menjalin relasi dan pengetahuan, serta meningkatkan kesehatan, dan mendapatkan akses terhadap informasi secara luas. Meskipun terdapat banyak bukti mengenai dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental remaja, masih terdapat sedikit penelitian empiris mengenai bagaimana remaja memahami media sosial, khususnya sebagai sebuah wadah kebijaksanaan, atau bagaimana mereka dapat menggunakan wacana media modern yang lebih luas untuk mengekspresikan diri mereka.

 

Cara Mencegah dampak Negatif Media Sosial

1.     Kurangi dan beri Batasan yang wajar terhadap penggunaan media sosial, seperti tidak bermain hp pada saat bangun tidur dan ingin tidur. Jika penggunanya anak-anak, maka orang tua harus mengawasi batas waktu bermain anak dengan gadget nya.

2.     Matikan notifikasi media sosial diponsel untuk sementara waktu, agar kamu tidak terbiasa mengecek nya setiap saat.

3.     Luangkan Sebagian besar waktu kamu dengan melakukan kegiatan lain, seperti olahraga, membaca buku, berlibur, atau melakukan aktivitas lain yang kamu suka.

 

Dampak negatif media sosial terhadap kesehatan bergantung pada cara kamu menggunakannya. Jika digunakan secukupnya dengan bijaksana, media sosial bisa menjadi sarana yang efektif untuk menciptakan hal positif bagi kehidupan kamu. Namun, begitu pun sebaliknya.

 

Kesimpulan :

Media Sosial Merupakan Platform digital yang memfasilitasi pengguna untuk melakukan aktivitas sosial. Tentu dalam hal ini ada dampak yang diterima oleh pengguna, baik itu dampak positif maupun negative. Namun, jika kita sebagai pengguna menggunakan media sosial dengan bijak, maka antara positif dan negative dapat seimbang, atau mungkin akan lebih dominan positifnya, semua tergantung pada car akita menggunakannya.

 

 

 

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Yuk Cegah Penggunaan Media Sosial Berlebihan yang Ganggu Perkembangan Mental

Trending Now

Iklan

iklan