Oleh : Mutiara
Mahasiswi FEB Uhamka
Media sosial adalah platform digital yang
memfasilitasi pengguna untuk melakukan aktivitas sosial, seperti berbagi
informasi, foto, dan video, serta berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sementara menurut Antony Mayfield, media sosial adalah media yang memungkinkan
pengguna berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan pesan, termasuk blog,
jejaring sosial, dan lain-lain. Fungsi utama sosial media adalah komunikasi,
hal ini memungkinkan pengguna berinteraksi dan berbagi informasi secara global
dan tanpa batasan waktu.
Saat
ini teknologi khususnya media sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat,
Di zaman sekarang, siapa sih yang tidak mengetahui media sosial?? Bukan hanya
remaja saja, tetapi anak-anak, juga orang tua. Namun, media sosial
selain memiliki banyak pengaruh positif yang dapat kita terima tetapi juga
banyak pengaruh negatif yang terjadi akibat media sosial khususnya dalam
kesehatan mental. Menurut National
Institute of Mental Health melaporkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan risiko gangguan mental pada remaja usia 18–25 tahun.
Sebuah
penelitian tahun 2015 menemukan bahwa lebih dari 2.000 remaja menggunakan
ponsel mereka setiap hari untuk mengakses sosial media sebanyak 92 persen.
Menurut data terbaru pada tahun
2024, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna
internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi
yang mereka gunakan.
Media sosial mungkin merupakan komponen baru yang perlu dipertimbangkan.
Meskipun bukti empiris yang mendukung klaim tersebut terbatas, persepsi tentang
hubungan antara media sosial dan kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh
perspektif remaja.
Berdasarkan data dari beberapa penelitian
cross-sectional, longitudinal, dan empiris, penggunaan ponsel pintar dan media
sosial di kalangan remaja berhubungan dengan peningkatan tekanan mental,
perilaku menyakiti diri sendiri, dan keinginan bunuh diri.
Sebuah studi pada tahun 2017, yang menggali
data ini menemukan bahwa remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media
sosial berisiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan bunuh diri. Demikian
pula, dalam laporan tahun 2022, sekitar separuh remaja mengatakan media sosial
terkadang membuat mereka merasa sedih, depresi, kesepian, atau terisolasi.
Dampak lain dari media sosial juga dapat
meningkatkat kecemburuan sosial, kenapa?
Karena hal ini dapat menciptakan perbandingan-perbandingan
yang tidak sehat. Misalkan saja, Ketika kamu membandingkan pencapaian yang
orang lain miliki, tetapi tidak kamu miliki. Contoh lain, Ketika ada selebram
cantik yang dipuji jutaan orang, kamu akan insecure dan merasa kalau kamu tidak
cantik.
Tidak hanya berdampak pada kecemburuan sosial,
media sosial juga mengakibatkan kurang nya
waktu tidur, yang berdampak negatif pada kemampuan kognitif, kinerja sekolah,
menurunkan konsentrasi, hingga meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi
dan diabetes. Yang diakibatkan dari penggunaan media sosial yang berlebih.
Jika kita berbicara dampak negative dari
penggunaan media sosial, maka akan sangat banyak sekali seperti, menyebabkan
kecanduan, menimbulkan phubbing, menimbulkan fomo, meningkatkan risiko terkena
cyberbullying, dan memicu kesalahpahaman.
Dua survei cross-sectional terhadap mahasiswa
Amerika dan Jerman, masing-masing, menemukan bahwa mahasiswa yang menghabiskan
lebih banyak waktu di platform media sosial Facebook lebih cenderung mendukung
perasaan iri atau merasa bahwa orang lain di jaringan sosial mereka lebih
beruntung daripada mereka. adalah. Istilah “FOMO” – takut ketinggalan – telah
didefinisikan sebagai “kekhawatiran yang meluas bahwa orang lain mungkin
mendapatkan pengalaman berharga yang tidak dimiliki orang lain,” dan
dikaitkan dengan peningkatan stres terkait penggunaan Facebook.
Namun, penggunaan media sosial yang bijak dapat
memperluas peluang untuk menjalin relasi dan pengetahuan, serta meningkatkan
kesehatan, dan mendapatkan akses terhadap informasi secara luas. Meskipun
terdapat banyak bukti mengenai dampak negatif media sosial terhadap kesehatan
mental remaja, masih terdapat sedikit penelitian empiris mengenai bagaimana
remaja memahami media sosial, khususnya sebagai sebuah wadah kebijaksanaan,
atau bagaimana mereka dapat menggunakan wacana media modern yang lebih luas
untuk mengekspresikan diri mereka.
Cara
Mencegah dampak Negatif Media Sosial
1. Kurangi
dan beri Batasan yang wajar terhadap penggunaan media sosial, seperti tidak
bermain hp pada saat bangun tidur dan ingin tidur. Jika penggunanya anak-anak,
maka orang tua harus mengawasi batas waktu bermain anak dengan gadget nya.
2. Matikan
notifikasi media sosial diponsel untuk sementara waktu, agar kamu tidak
terbiasa mengecek nya setiap saat.
3. Luangkan
Sebagian besar waktu kamu dengan melakukan kegiatan lain, seperti olahraga,
membaca buku, berlibur, atau melakukan aktivitas lain yang kamu suka.
Dampak
negatif media sosial terhadap kesehatan bergantung pada cara kamu
menggunakannya. Jika digunakan secukupnya dengan bijaksana, media sosial bisa
menjadi sarana yang efektif untuk menciptakan hal positif bagi kehidupan kamu.
Namun, begitu pun sebaliknya.
Kesimpulan
:
Media
Sosial Merupakan Platform digital yang memfasilitasi pengguna untuk melakukan
aktivitas sosial. Tentu dalam hal ini ada dampak yang diterima oleh pengguna,
baik itu dampak positif maupun negative. Namun, jika kita sebagai pengguna
menggunakan media sosial dengan bijak, maka antara positif dan negative dapat
seimbang, atau mungkin akan lebih dominan positifnya, semua tergantung pada car
akita menggunakannya.